MENGAPA MEMULAI BISNIS SEBAGAI MISI

MEMULAI BISNIS SEBAGAI MISI

Business as Mission (BAM) adalah strategi untuk tujuan khusus transformasi manusia dan komunitas: spiritual, ekonomi, lingkungan dan sosial – untuk kemuliaan Tuhan melalui bisnis yang layak dan berkelanjutan yang memiliki nilai, tujuan, perspektif Kerajaan Tuhan, dan dampak. Pada akhirnya, bisnis adalah kementerian atau ministri atau pelayanan.

Misi Anda sebagai pebisnis merujuk kepada apa yang menjadi peran Anda dalam menjalankan bisnis. Peran Anda hanya akan menghasilkan sukacita abadi kalau Anda berada pada titik manis sesuai panggilan hidup Anda.

2  Korintus 3: 16-18

16 Tetapi setiap kali seseorang berpaling kepada Tuhan, tabir itu disingkirkan. 17 Karena Tuhan adalah Roh, dan di mana pun Roh Tuhan berada, di situ ada kemerdekaan. 18 Jadi kita semua yang telah membuka tabir itu dapat melihat dan memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan Tuhan—yang adalah Roh—membuat kita semakin serupa dengan Dia saat kita diubahkan menjadi gambar-Nya yang mulia. (NLT diterjemahkan)

16 Namun demikian, ketika seseorang memandang kepada Tuhan, tabir itu tersingkap. 17 Sekarang Tuhan adalah Roh; dan di mana Roh Tuhan berada, di situ ada kebebasan. 18 Tetapi kita semua, dengan wajah yang tidak tertutup, melihat kemuliaan Tuhan seperti dalam cermin, ditransformasi menjadi gambar yang sama dari kemuliaan ke kemuliaan, sama seperti  oleh Roh Tuhan. (NKJV diterjemahkan)

Apa Yang Perlu Ditansformasi dari Pebisnis Duniawi Menjadi Pebisnis Surgawi?

Bisnis tergelincir ke dalam kejahatan ketika angka menjadi lebih penting daripada orang. Ketika ini terjadi, karyawan dihancurkan bahkan ketika mereka melakukan hal yang benar. Anda tertarik pada orang yang Anda sukai, hormati, dan percayai. Bangun wawasan ini tentang cara Anda menjalankan bisnis. Tolak upaya untuk mengubah bisnis menjadi permainan angka yang abstrak. Bisnis bukanlah permainan; itu sangat serius dan memungkinkan semua orang yang Anda kenal untuk bertahan hidup dan merawat keluarga mereka. Jika Anda mendefinisikan kejahatan sebagai serakah, maka ya, dunia bisnis memang jahat. Tidak ada yang puas memiliki apa yang mereka miliki, itu serakah, itu tamak. Mereka semua mencari lebih banyak dan lebih banyak lagi tidak pernah puas.

Dalam kehidupan nyata beberapa perusahaan telah dituduh jahat. Untuk menghindari tuduhan semacam itu, Google pada satu titik dalam sejarahnya memiliki moto resmi “Jangan jahat”, namun mereka mengabaikan moto itu karena terlalu sembrono. The New Yorker menulis bahwa “banyak aktivis makanan menganggap Monsanto (sekarang Bayer) sebagai perusahaan yang benar-benar jahat”. Debat tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan menulis, “Bagi banyak konsumen, Wal-Mart berfungsi sebagai prototipe perusahaan jahat, tetapi nomor puncak rekor berbelanja di toko dengan harga murah.” Di Jepang, sebuah komite jurnalis dan aktivis hak mengeluarkan “penghargaan perusahaan raspberry” tahunan yang dikenal sebagai Penghargaan Perusahaan Paling Jahat Tahun Ini (juga disebut Penghargaan Perusahaan Hitam) kepada perusahaan “dengan budaya kerja berlebihan, diskriminasi, dan pelecehan”.  

Korporasi paling buruk adalah kriminal dan paling arogan dan tidak disukai. Seperti yang pernah dikatakan oleh pebasket hebat Wilt Chamberlain, “Tidak ada yang mendukung Goliath.” Korporasi jahat itu diibaratkan sebagai Goliath.

Akhir-akhir ini banyak ditulis tentang korporasi yang jahat dan rakus. Kita telah melihat apa yang terjadi ketika lingkungan bisnis menjadi kondusif untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dan lebih besar, sambil mengambil risiko yang lebih besar dan lebih besar — ​​bagian bawah pada akhirnya akan jatuh. Bisnisnya jadi bangkrut, banyak yang menderita.

Orang ingin percaya bahwa fenomena ini disebabkan oleh perusahaan jahat dan rakus yang membuat pilihan buruk dan melakukan hal yang salah. Di Indonesia banyak deretan perusahaan yang dapat dimasukkan dalam kondisi ini. Berikut ini, akibat keserakahan, data keuangan di”akali” sehingga kelihatan baik, padahal sebenarnya buruk.

PT KAI (Persero). KAI adalah BUMN kereta api  masuk menjadi perusahaan yang menerbitkan obligasi di pasar saham RI. Kejadiannya jauh, 16 tahun lalu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2006 atas laporan keuangan tahun sebelumnya, yang mana pada laporan keuangan perusahaan meraup laba Rp 6,9 miliar padahal seharusnya perusahaan merugi Rp 63 miliar.

PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Kimia Farma yang kini menjadi anak usaha PT Bio Farma (Persero), mencatatkan saham perdana untuk publik (IPO) pada 4 Juli 2001, atau 21 tahun silam.  Pada laporan keuangan audit 31 Desember 2001, manajemen emiten farmasi pelat merah ini melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp 132 miliar yang diaudit oleh Hans Tuanakotta & Mustofa (HTM). Kementerian BUMN dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam, kini OJK) menilai bahwa laba bersih tersebut terlalu besar dan mengandung unsur rekayasa. Audit ulang pada 3 Oktober 2002 terhadap laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali (dilaporkan yang lebih benar), karena telah ditemukan kesalahan yang cukup mendasar. Dalam laporan keuangan yang baru, ternyata laba perusahaan hanya Rp 99,56 miliar, lebih rendah Rp 32,6 miliar atau berkurang 24,7% dari laba awal yang dilaporkan.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Polemik laporan keuangan Garuda Indonesia ini dimulai pada 24 April 2019 atau saat RUPS. Salah satu agendanya mengesahkan laporan keuangan tahunan 2018. Namun dalam RUPS tersebut terjadi kisruh karena dua komisaris menyatakan tak melihat laporan keuangan tersebut. Dalam laporan keuangan 2018, Garuda mencatat laba bersih yang salah satunya ditopang oleh kerja sama antara Garuda dan PT Mahata Aero Terknologi. Kerja sama itu nilainya mencapai US$ 239,94 juta atau sekitar Rp 3,48 triliun. Dana tersebut sejatinya merupakan suatu aktivitas dengan kontrak yang berlaku untuk 15 tahun ke depan, namun sudah ada di buku di tahun pertama dan diakui sebagai pendapatan dan masuk ke dalam pendapatan lain-lain. Alhasil, perusahaan yang sebelumnya merugi kemudian mencetak laba. Kisruh berlanjut hingga Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kementerian Keuangan ikut mengaudit permasalahan tersebut. Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga BPK juga ikut melakukan audit. PPPK dan OJK akhirnya memutuskan bahwa ada yang salah dalam laporan keuangan GIAA 2018. Perusahaan diminta untuk menyajikan laporan keuangannya Kembali dan perusahaan didenda Rp 100 juta berikut dengan laporan dan komisaris yang melaporkan laporan keuangan tersebut. Setelah dilakukan pencatatan penerbangan nasional ini akhirnya mencatatkan kerugian US$ 175 juta atau setara Rp 2,53 triliun.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Salah satu kasus yang sempat menyedot perhatian publik dan bergulirnya kasus megakorupsi di Jiwasraya. Masalah Jiwasraya dimulai dari laporan keuangan, seperti yang disampaikan oleh mantan Direktur Keuangan Jiwasraya (JS) Hary Prasetyo dalam nota pembelaan (pledoi). Proses rekayasa laporan keuangan JS telah dilakukan lebih dari satu dekade lalu, pada tahun 2006 laporan keuangan menunjukkan nilai ekuitas Jiwasraya negatif Rp 3,29 triliun karena aset yang dimiliki jauh lebih kecil dibandingkan dengan kewajiban. BPK memberikan penyangkalan opini (menolak memberi pendapat) untuk laporan keuangan 2006 dan 2007 karena informasi tersebut tidak dapat dipercaya kebenarannya. Pada tahun 2015, OJK melakukan pemeriksaan langsung terhadap JS dengan aspek pemeriksaan investasi dan pertanggungan. Audit BPK pada tahun 2015 menunjukkan dugaan yang berwenang JS dan laporan aset investasi keuangan yang dilebih-lebihkan dan kewajiban yang dikecilkan. Pada Mei 2018 terjadi pergantian manajemen. Setelah itu, laporan keuangan baru melaporkan kejanggalan laporan kepada Kementerian BUMN. Hasil audit KAP atas laporan keuangan JS 2017 antara lain mengoreksi laporan keuangan sementara yang mencatatkan laba Rp 2,4 triliun menjadi Rp 428 miliar. Kompleks masalahnya.

Benny Tokrosaputro atau Benny Tjokro adalah seorang pengusaha dan pemilik PT Hanson Internasional. Dia terkenal sebagai penggoreng saham di Bursa Efek Indonesia. Pria yang akrab disapa Ben-Tjok ini memiliki 3,68 miliar lembar saham atau 4,25% di perusahaan itu. Ia terlibat dalam kasus korupsi yang melanda 2 perusahaan asuransi plat merah, Jiwasraya dan Asabri. Dalam kasus Asabri, penyidik melakukan penyitaan terhadap 183 hektar tanah kepunyaan Benny. Ada juga 131 eksemplar SHGB atau Sertifikat Hak Guna Bangunan yang ikut disita. Sementara itu dalam kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita harta Benny berupa 296 bidang tanah seluas 1.545.744 meter persegi. Tanah yang disita pada 23 Februari 2022 berada di Desa Sukamekar, Desa Srijaya, dan Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara. Harta lain Benny yang juga diambil negara adalah 10 unit bangunan ruko dan 105 unit bangunan rumah di perumahan Forest Hills di Parung Panjang, dan 95 unit apartemen South Hills di Setiabudi, Jakarta Selatan.

Heru Hidayat Terpidana lain dalam kasus korupsi Jiwasraya. Heru Hidayat, juga berperan dalam korupsi di Asabri. Saat ditetapkan sebagai tersangka korupsi Jiwasraya, Heru tercatat sebagai Presiden Komisaris PT Trada Alam Mineral (TRAM). Dia juga memiliki saham di perusahaan itu sebanyak 1,9 miliar atau 3,84% dari total saham. Serupa dengan Benny, harta Heru yang disita negara juga cukup banyak. Rata-rata berupa tanah dan bangunan. Salah satunya, satu unit apartemen Pakubuwono Jakarta dan satu unit apartemen di Singapura.

Hary Prasetyo Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, tidak luput dari jeratan kasus megakorupsi ini. Hary merupakan petinggi Jiwasraya dengan harta melimpah. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelanggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, harta Hary pada 2018 mencapai Rp37,9 miliar. Kejaksaan Agung menyita 2 bidang tanah dan bangunan Hary di wilayah Tangerang Selatan, tas dan dompet mewah, BPKB mobil mewah (Toyota Alphard dan Mercedes Benz), dan BPKB kendaraan roda dua. Perhiasan berupa cincin dan kalung emas serta mutiara dengan harga fantastis juga disita.

Hendrisman Rahim Mantan Direktur Utama Jiwasraya, terlibat dalam kasus korupsi yang mencoreng nama baik Jiwasraya ini. Berdasarkan LHKPN 2018 ke KPK, Hendrisman memiliki total harta Rp17 miliar. Bentuknya beragam, mulai dari motor gede atau moge hingga ratusan juta hingga 5 unit mobil mewah. Hendrisman juga memiliki 1 unit bangunan seharga Rp2,5 miliar di kawasan Jakarta Pusat. Namun, tidak ada informasi resmi berapa banyak harta Hendrisman yang disita negara.

Syahmirwan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, diketahui memiliki kekayaan melimpah. Dalam laporan LHKPN yang diberikan ke KPK pada tahun 2017, Syahmirwan memiliki total harta senilai Rp22,3 miliar. Aset milik Syahmirwan yang disita adalah jam tangan, sebidang tanah dan bangunan dengan luas 240 meter persegi, kendaraan roda 4, gawai, dan seluruh isi dalam rekening SID atas nama Syahmirwan, serta 2 buah kunci di Depok.

PT Indofarma Tbk (INAF) pada tahun 2004, Bapepam atau kini bernama OJK, memutuskan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 500 juta kepada pengelolaan Indofarma pada periode terbitnya laporan keuangan tahun 2001. Selain itu kepada Indofarma juga diperintahkan tiga hal, sebagaimana dilansir pemberitaan Detikfinance (18/11/2004). Antara lain pertama, segera membenahi dan menyusun sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi perusahaan yang memadai untuk mencegah timbulnya permasalahan yang sama di kemudian hari.

PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), OJK menjatuhkan sanksi kepada Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, Direktur utama Hanson International, denda sebesar Rp 5 miliar karena pelanggaran undang-undang pasar modal mengakui pendapatan di awal dan tidak menyajikan perjanjian jual beli dalam laporan keuangan MYRX tahun 2016. Terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian OJK dan dinilai bertentangan dengan undang-undang pasar modal, antara lain pengakuan pendapatan dengan metode akrual penuh (full acrual method) atas penjualan kavling siap bangun (KASIBA) senilai gross Rp 732 miliar di laporan keuangan periode tersebut. Pengakuan pendapatan ini menyebabkan terjadinya laporan keuangan Desember 2016 yang dilebih-lebihkan dengan nilai mencapai Rp 613 miliar. Hanson kena sanksi denda Rp 500 juta dan diperintahkan OJK untuk menyajikan kembali laporan keuangan akhir 2016 tersebut. Direktur Hanson International lainnya Adnan Tabrani juga dinilai bertanggung jawab atas pelaporan ini sehingga dia juga dijatuhi sanksi sebesar Rp 100 juta. Akuntan Publik (AP) yang mengaudit laporan keuangan ini, Sherly Jokom selaku rekan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sungkoro dan Surja yang merupakan member dari Ernst and Young Global Limited (EY) juga tak lepas dari jerat OJK. KAP ini dinilai telah melanggar standar profesi akuntansi karena tidak cermat dalam melakukan audit atas laporan keuangan tahunan ini. Hasil KAP ini disanksi dengan pembekuan Surat Tanda Terdaftar (STTD) selama satu tahun. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK yang kala itu dijabat Fakhri Hilmi (belakangan jadi tersangka Jiwasraya), mengatakan Bentjok dan perusahaannya Hanson sudah membayar denda administratif tersebut, tinggal penyajian kembali (restatement) laporan keuangan 2016

PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY), membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) dikejutkan dengan adanya dugaan laporan keuangan tahunan (LKT) tahun 2019 yang sesuai dengan bidang jasa dan perdagangan di bidang teknologi informasi, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) dan pusat bisnis. Dalam surat yang terbit berdasarkan informasi, ENVY menjelaskan tentang kebenaran yang ada pada laporan keuangan (lapkeu) anak, PT Ritel Global Solusi (RGS) tahun 2019, yang kemudian dikonsolidasikan ke laporan keuangan tahunan ENVY tahun 2019. RGS adalah anak usaha ENVY dengan kepemilikan porsi 70% yang bergerak bidang jasa perdagangan dengan berbasis online melalui aplikasi “KO-IN”. ENVY juga menyebutkan bahwa pihak manajemen saat ini tidak mengetahui secara pasti proses yang dilakukan saat itu sampai dengan munculnya laporan konsolidasi tersebut.

Tentu banyak kejahatan lain yang dilakukan oleh bisnis, baik sebagai korporasi maupun perorangan. Kejahatan bisnis umumnya merugikan karyawan, pemasok, pelanggan hingga negara dan lingkungan hidup.

Ada sebuah buku oleh Charles MacKay (berusia lebih dari 150 tahun) yang merupakan bagian dari kanon pemodal berjudul, “Delusi Populer Luar Biasa dan Kegilaan Orang Banyak.” Buku ini mengulas kasus terkenal skema investasi gila dan crash sepanjang sejarah. Tema umum dari semua cerita ini adalah kekuatan sugesti dan kemampuan manusia untuk meninggalkan pemikiran yang masuk akal di lingkungan tertentu.

Dalam lingkungan “gila” inilah kepemimpinan rusak dan sisi gelap dari perilaku manusia (seperti keegoisan dan keserakahan) dapat bertahan.

Dr Philip Zimbardo (terkenal dengan Percobaan Penjara Stanford tahun 1971) berbicara tentang ini dalam bukunya, “Efek Lucifer,” mengidentifikasi delapan faktor lingkungan yang menyebabkan kejahatan manusia. Perhatikan bagaimana faktor-faktor ini semua didorong oleh cara orang bertindak baik sebagai individu maupun dalam pengaturan kelompok. Lereng licin kejahatan dimulai dengan:

  1. Tanpa berpikir melangkah ke lingkungan baru atau aneh disebut fomo (fear of missing out), ikut-ikutan.

2. Memanusiakan orang lain (menyanjung untuk menjebaknya)

3. De-Individualisasi Diri (merendahkan, pelecehan)

4. Difusi tanggung jawab pribadi (lepas tanggung jawab dan mencari kambing hitam)

5. Ketaatan buta pada otoritas (manusia menjadi robot)

6. Kesesuaian yang tidak kritis terhadap norma kelompok (ancaman pengucilan, tekanan rekan)

7. Toleransi pasif terhadap perilaku buruk melalui kelambanan atau ketidakpedulian (sudah budaya, mati rasa, mati sosial).

8. Bisnis dan orang-orang yang bekerja di dalamnya cenderung melakukan hal-hal buruk ketika lingkungan kerja berubah dan kompas moral dan etika (didorong oleh kepemimpinan) menghilang (budaya korupsi dalam segala hal).

Sisi terang dari tanggung jawab dan kepemimpinan perusahaan baru-baru ini digemakan oleh Ron Shaich, pendiri Panera Bread. Dia mencatat bagaimana perusahaan telah gagal memenuhi kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik dan pemimpin masyarakat. Mengingat bahwa komunitas bisnis bertanggung jawab atas reputasinya yang menyedihkan, maka kami pikir kami juga bertanggung jawab untuk memulihkan kilaunya.

Ini saatnya untuk memasuki pendekatan baru terhadap kapitalisme — beberapa menyebutnya sebagai kapitalisme sadar atau bisnis yang tercerahkan. Ada menyebutnya hanya “kepentingan pribadi yang tercerahkan.” Gagasan tentang pendekatan sadar dan jangka panjang untuk penciptaan nilai ini — ketika diterapkan dengan tepat — melayani pemegang saham dan pihak berkepentingan jangka panjang dengan sangat baik dan memiliki kapasitas untuk membentuk kembali persepsi publik tentang perusahaan. Hal ini dibangun di atas premis mendasar bahwa setiap bisnis memiliki tujuan yang lebih dalam dari sekedar memaksimalkan keuntungan jangka pendek dan, yang lebih penting, tanggung jawab kepada semua pemangku kepentingan (pelanggan, karyawan, vendor, investor, masyarakat). Dengan model seperti itu, keuntungan hanyalah produk sampingan dari memberikan sesuatu yang melayani masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Jadi, apakah korporasi pada dasarnya jahat? Saya akan mengatakan “Tidak.” Bisnis terdiri dari orang-orang. Dan orang memiliki kecenderungan untuk berbuat baik atau buruk, tergantung pada kepemimpinan, budaya, keadaan, dan akuntabilitas pribadi. Saya pikir tantangannya adalah untuk memperhatikan faktor-faktor ini dan membiarkan bagian alam yang lebih baik mendorong cara kita menjalankan bisnis (dan diri kita sendiri) setiap hari. Bagian alam yang lebih baik itu adalah Transformasi Bisnis sebagai Misi dan Ministri.

Orang menggunakan kata transformasi untuk berbicara tentang renovasi rumah, atau ketika seseorang melakukan perubahan. Rumah atau orang tersebut mengalami perubahan besar dan akhirnya terlihat berbeda. Dapat dimengerti untuk berpikir bahwa transformasi bagi orang Kristen berarti kita memperbaiki diri atau perilaku kita sehingga kita tampak lebih “seperti Kristus.”

Tetapi makna alkitabiah tentang transformasi tidak ada hubungannya dengan perilaku lahiriah atau perbaikan diri kita. Mencoba menyesuaikan diri dengan kata-kata yang kita baca dalam Alkitab adalah seperti monyet yang meniru tindakan manusia. Apa yang Anda lihat hanyalah perilaku yang dipelajari, bukan ekspresi asli manusia. Itu karena monyet tidak memiliki kehidupan manusia.

Tuhan tahu bahwa kita tidak dapat memenuhi standar dalam Firman-Nya sendiri. Lalu bagaimana kita bisa menjalani kehidupan yang mengekspresikan Tuhan? Cara Tuhan adalah memberi kita kehidupan ilahi-Nya, dan bagi kita untuk mengalami perubahan organik melalui kehidupan-Nya yang beroperasi di dalam kita. Mari kita lihat apa artinya itu dan bagaimana itu terjadi.

Kita Sedang Ditransformasikan

Mari kita baca 2 Korintus 3:18:

“Tetapi kita semua dengan wajah yang tidak tertutup, melihat dan memantulkan kemuliaan Tuhan seperti cermin, sedang ditransformasikan menjadi gambar yang sama dari kemuliaan ke kemuliaan, bahkan seperti dari Roh Tuhan.”

Ayat ini tidak mengatakan bahwa kita “diubah dengan memperbaiki perilaku kita.” Di sini, ditransformasikan terhubung dengan pandangan kita akan kemuliaan Tuhan. Ketika kita melihat Tuhan dalam persekutuan kita dengan Dia, sesuatu yang indah terjadi. Catatan 7 pada ayat ini dalam New Testament Recovery Version menjelaskan:

“Ketika kita dengan wajah yang tidak tertutup melihat dan mencerminkan kemuliaan Tuhan, Dia menanamkan kita dengan unsur-unsur tentang siapa Dia dan apa yang telah Dia lakukan. Dengan demikian kita sedang ditransformasi secara metabolik untuk memiliki bentuk kehidupan-Nya oleh kekuatan hidup-Nya dengan esensi kehidupan-Nya; yaitu, kita sedang diubah rupa, terutama oleh pembaruan pikiran kita (Rm. 12:2), menjadi gambar-Nya. Bertransformasi menunjukkan bahwa kita sedang dalam proses transformasi.”

Catatan ini mengatakan bahwa ketika kita melihat Tuhan, Dia mengisi kita dengan semua yang Dia ada dan telah dilakukan. Menanam berarti mengisi, meresapi, dan merendam. Jadi bagaimana kita memandang Tuhan?

Memandang Tuhan dalam roh kita

Kedua Korintus 3:17 mengatakan, “Tuhan adalah Roh.” Ketika kita diselamatkan, Tuhan sebagai Roh datang untuk hidup di dalam roh kita. Jadi kita dapat melihat Dia dalam roh kita dengan bersekutu dengan Dia dalam doa dan dalam Firman. Saat kita melihat Tuhan, Dia membasahi kita dengan semua Dia.

Perendaman ini menyebabkan kita diubah secara metabolik. Ini adalah cara Tuhan mengubah kita: melalui proses metabolisme spiritual dari kehidupan-Nya yang bekerja di dalam kita. Metabolisme fisik adalah proses yang mempertahankan kehidupan suatu organisme. Melalui metabolisme, suatu organisme hidup, tumbuh, dan berkembang. Benda tak bernyawa seperti batu tidak mengalami metabolisme.

Kita, anak-anak Tuhan, bukannya tidak bernyawa. Kita menerima kehidupan ilahi Allah dalam roh kita ketika kita dilahirkan kembali. Sekarang Tuhan ingin hidup-Nya menyebar dari roh kita ke setiap bagian dari keberadaan kita, terutama jiwa kita. Ini adalah bagaimana kita ditransformasikan ke dalam, dan Tuhan benar-benar diekspresikan dalam kehidupan kita secara lahiriah.

Metabolisme adalah gambaran yang baik dari pekerjaan transformasi ini dalam diri kita. Metabolisme fisik terdiri dari dua tindakan: penguraian dan pelepasan unsur-unsur lama dan pembentukan unsur-unsur baru. Saat kita melihat Tuhan, lebih banyak Kristus diinfuskan ke dalam diri kita dan menyebar ke dalam jiwa kita, menggantikan elemen alami kita yang lama. Secara spontan, kita mulai hidup dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Ilustrasi ulat

Ilustrasi yang bagus tentang transformasi metabolisme adalah perubahan yang dialami ulat. Saat lahir, ulat memiliki kehidupan yang akan mengubahnya menjadi kupu-kupu. Saat itu ulat  tidak mengenakan kostum kupu-kupu atau mencoba bertingkah seperti kupu-kupu.

Ulat itu hanya makan. Saat memakan nutrisi yang dibutuhkan, ia tumbuh. Kemudian alam membuat ulat bertransformasi jadi kepompong di mana ia tinggal sedikit demi sedikit, perubahan terjadi di tubuhnya. Akhirnya, ulat yang telah menjadi kepompong muncul sebagai kupu-kupu. Perubahan dramatis dari makhluk yang merayap seperti cacing menjadi kupu-kupu yang anggun dan cantik adalah hasil dari proses transformasi organik.

Pada kelahiran rohani kita, kita menerima kehidupan Allah, yang dapat mentransformasi kita. Sekarang seperti ulat, kebutuhan kita adalah makan. Kita perlu makan makanan rohani agar kita dapat bertumbuh dan berkembang dalam kehidupan Tuhan. Saat kita tumbuh, kita secara bertahap berubah di dalam diri kita, mulai dari roh, ke jiwa terutama pikiran, dan tubuh kita mulai berperilaku dan bertingkah seperti Firman yang kita makan. Transformasi ini bersifat kekal dan permanen.

Tuhan ingin kita menerima Dia sebagai makanan dan minuman kita yang sebenarnya. Dalam Yohanes 6:35, Yesus berkata:

“Akulah roti kehidupan; dia yang datang kepada-Ku tidak akan kelaparan, dan dia yang percaya kepada-Ku tidak akan pernah haus.”

Dalam Injil Yohanes, kita melihat bahwa Tuhan adalah roti hidup untuk kita makan dan air hidup untuk kita minum. Dia adalah makanan rohani yang perlu kita konsumsi setiap hari agar kita dapat bertumbuh dalam hidup-Nya dan diubahkan. Bagaimana bisa? Firman yang hidup berubah menjadi Firman tertulis atau Firman yang diucapkan. Kita baca Firman yang tertulis bertransformasi menjadi Firman yang hidup. Firman yang hidup mengubah roh kita, mengubah jiwa kita, mengubah perilaku tubuh kita. Roh jadi tulisan, tulisan jadi pendengaran (pengetahuan), pendengaran jadi hidup, hidup dalam tubuh kita. Roh hidup dalam tubuh kita. Seperti Roh Kudus menjadi benih bayi Yesus, kemudian Dia makan Firman dan memiliki kuasa dan bertransformasi jadi Allah. Allah yang menjadi Firman menjadi roti dan minuman yang siap kita santap dan minum setiap saat.

Berubah Menjadi Gambar Yang Sama

Jadi kita berubah menjadi apa? Dua Korintus 3:18 memberi tahu kita bahwa kita “diubah menjadi gambar yang sama.”

Catatan 8 pada ayat ini mengatakan: “Berubah menjadi gambar yang sama berarti menjadi serupa dengan Kristus yang telah bangkit dan dimuliakan, menjadi sama seperti Dia (Rm. 8:29).”

Ketika kita membaca keempat Injil, kita dapat melihat gambar Tuhan yang mulia. Betapa hidup yang Yesus jalani sebagai manusia di bumi! Itu adalah kehidupan tanpa cacat, kegagalan, atau ketidaksempurnaan dalam bentuk apa pun. Perilaku, sikap, dan kepeduliannya terhadap orang-orang terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Dia satu-satunya pria yang pernah menjalani kehidupan yang sepenuhnya mengekspresikan Tuhan.

Hari ini, bila Anda sudah menerima Yesus sebagai Raja, Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda, maka Yesus hidup di dalam Anda sebagai Roh. Saat kita menghubungi Dia dan melihat Dia dalam roh kita, Dia membasahi kita dengan siapa Dia dan semua yang Dia lakukan, menyesuaikan kita dengan gambar-Nya untuk membuat kita sama seperti Dia!

Transformasi ini jauh melebihi tujuan apa pun yang mungkin kita miliki untuk meningkatkan diri kita sendiri atau untuk hidup seperti yang kita pikirkan seharusnya. Saat kita menjalani proses ini, kita tidak hanya menjadi orang yang lebih baik. Cara kita berpikir dan memandang sesuatu, sikap dan perasaan kita tentang orang lain, dan keputusan yang kita buat berangsur-angsur berubah agar sesuai dengan Tuhan. Ini karena sedikit demi sedikit, kita menjadi serupa dengan gambar-Nya dan dibuat sama seperti Dia.

Melihat, Makan, Dan Minum Setiap Hari

Transformasi tidak terjadi dalam semalam. Ini adalah proses seumur hidup, jadi kita tidak boleh berkecil hati atau tidak sabar. Tuhan sangat senang membiarkan perubahan sejati ini terjadi dalam diri kita melalui penyebaran hidup-Nya secara bertahap. Hal utama adalah bahwa kita perlu meluangkan waktu untuk melihat Tuhan dan terus makan dan minum Dia.

Salah satu cara kita bisa makan makanan rohani adalah dengan berdoa dalam roh atau lidah disertai dengan memahami dan mendalami firman Bibel untuk menerima suplai kehidupan yang bergizi dari Firman Tuhan. Seseorang yang kekurangan gizi secara fisik tidak dapat tumbuh. Demikian pula, untuk bertumbuh secara rohani, kita perlu secara konsisten mengonsumsi makanan yang terdapat dalam Firman Tuhan. Adalah baik untuk memulai hari dengan “sarapan rohani” yang sehat. Kemudian sepanjang hari, kita dapat beristirahat sejenak untuk “mengulang kembali” sebuah ayat atau frasa yang kita doakan di pagi hari, atau malam sebelumnya, atau “memakan” ayat lain dalam Alkitab. Kunyah dengan pengetahuan yang diberikan langsung oleh Roh Kudus. Roh Kudus sudah ada dalam diri Anda, aktifkanlah Dia. Belajarlah lebih banyak tentang Roh Kudus.

Menyerukan nama Tuhan adalah cara yang bagus untuk minum Tuhan. Setiap saat, kita dapat berkata, “Oh, Tuhan Yesus,” atau “Tuhan Yesus, aku mengasihi-Mu” atau “sungguh Indah Kau Tuhan Yesus”. Kita dapat memanggil Dia untuk memulai hari kita, bahkan sebelum kita bangun dari tempat tidur. Kapan pun kita merasa haus secara rohani, kita cukup memanggil nama Tuhan Yesus untuk minum lagi dari-Nya.

Kalau Anda ingin menikmati perjalanan kehidupan Bersama Roh Kudus, Bersama Tuhan Yesus Kristus, lakukanlah. Kalau Anda perlu ditemani dalam Langkah awal, kami siap mendampingi. Silahkan hubungi kami.

Diterbitkan oleh WEABCID

Pelayanan holistik berbasis bisnis sebagai ministri

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: