YESUS RAJA BISNIS

YESUS ADALAH RAJA BISNIS

Mengapa sebagian besar Perumpamaan Yesus melibatkan bisnis? Jawabannya untuk  memberikan kejelasan mengapa Tuhan peduli dengan pekerjaan Anda, terutama jika Anda adalah pemilik bisnis. Bisa jadi itulah alasan mengapa gereja yang bertumbuh dan berkembang dengan baik adalah gereja yang dikelola dengan cara bisnis sesuai yang diajarkan oleh Yesus Kristus dalam bible. Sungguh. Jika itu sangat berarti bagi Yesus, maka itu juga sangat penting bagi kita. Tahukah Anda bisnis paling besar dan paling lama bertahan di dunia ini? Jawabnya: agama. Tahukah Anda tenaga kerja paling murah, atau gratis (sukarelawan) paling besar di dunia ini? Jawabnya pekerja agama. Tahukah Anda omzet bisnis terbesar berdasarkan jumlah uang beredar  ada di sektor bisnis agama? Anda tidak percaya? Mari kita hitung dengan matematika sederhana.

Jumlah populasi dunia saat ini (worldometers) lebih dari 7,8 milyar yang bertambah setiap detik.

Jumlah pemeluk agama dunia saat ini (world population review) lebih dari 6,42 milyar. Itu mencakup sekitar 81,68%. Di bawah ini adalah total populasi dunia setiap agama:

Kristen – 2,38 miliar atau sekitar 30,51%.

Islam – 1,91 miliar atau sekitar 24,48%.

Hinduisme – 1,16 miliar atau sekitar 14,87%.

Buddhisme – 507 juta atau sekitar 6,5%.

Agama Rakyat – 430 juta atau sekitar 5,51%.

Lainnya – 61 juta atau sekitar 0,78%.

Tidak terafiliasi – 1,19 miliar atau sekitar 15,52%.

Berapa banyak Uang yang ada di dunia? Ada sekitar US$ 37triliun yang beredar: ini termasuk semua uang fisik dan uang yang disimpan dalam tabungan dan rekening giro. Pendapatan per kapita rata-rata per tahun 2019 sebelum pandemic covid-19 adalah US$18,381. Kalau dirupiahkan sekitar 257.334.000,00 baca dua ratus lima puluh tujuh juta tiga ratus tiga puluh empat ribu rupiah. Berapa pendapatan per kapita penduduk Indonesia? Tahun 2020 sekitar US$3.911,7 kalau dirupiahkan sekitar Rp56,9juta. Jadi pendapatan per kapita penduduk Indonesia hanya 22,11% atau seperlima dari pendapatan per kapita dunia. Kalau dalam klasifikasi bisnis di Indonesia, pendapatan per kapita Indonesia adalah kelas pengusaha mikro atau hanya penerima gaji UMR DKI Jakarta. Supaya lebih jelas kekayaan orang terkaya di Indonesia tahun 2020 adalah US$20,5milyar yang dimiliki oleh Budi Hartono, pemilik bisnis rokok djarum dan bank BCA dll itu sekitar 287 triliun rupiah.   Apa yang membuat perbedaan menyolok kekayaan orang terkaya dengan rata-rata penduduk Indonesia? Jawabnya bisnis. Semua orang terkaya di dunia adalah pemilik bisnis. Kekayaan adalah sumber kekuatan dan kekuasaan di bawah matahari untuk hidup di dunia ini. Orang Batak bilang “hepeng do mengatur Negara on”, artinya uang yang mengatur Negara. Tidak percaya? Lihat saja urusan kesehatan menghadapi covid-19, dibutuhkan protocol kesehatan dan vaksin. Supaya protocol kesehatan jalan dibutuhkan uang. Supaya vaksin ada juga dibutuhkan uang. Percaya kan sama yang dibilang orang Batak? Dengan kekayaan besar banyak hal dapat Anda lakukan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang hanya hidup ditopang oleh penghasilan UMR. Bagaimana mengubah UMR menjadi lebih tinggi? Jawabnya bisnis. Siapa yang paling mungkin menciptakan pebisnis? Jawabnya pebisnis. Jadi kunci kesejahteraan penduduk dunia ini adalah bisnis.

Agama setiap tahun menyumbang sekitar US$ 1,2 triliun nilai sosio-ekonomi bagi ekonomi Amerika Serikat, menurut sebuah studi 2016 oleh Kebebasan Religius & Bisnis Foundation. Itu setara dengan ekonomi nasional terbesar ke-15 di dunia, melampaui hampir 180 negara dan wilayah lain. PDB Indonesia tahun 2016 sebesar US 931,9miliar jauh dibawah sumbangan sektor keagamaan di Amerika Serikat.  Ini kontribusi agama menjadi contoh bisnis yang terbesar di dunia sepanjang abad.

Menurut Yesus Kristus, secara persentase, pemberian orang miskin lebih besar dibandingkan dengan pemberian orang kaya. (Mark 12:41-44). Jadi tidak heran kalau orang miskin selalu menjadi sasaran pertama bagi setiap agama, kemudian meningkat ke kelas menengah dan kelas atas. Motivasi setiap kelas masyarakat masuk ke dalam satu agama mungkin berbeda, walaupun metode dan alat yang digunakan setiap agama selalu sama. Di LEMSAKTI misalnya, banyak orang menawarkan diri untuk pindah agama masuk Kristen apabila hutang-hutang mereka dapat dilunasi. Yang lain bersedia masuk kalau penyakitnya sembuh. Di salah satu Connect Group dari Gereja yang sedang bertumbuh pesat di Indonesia, saya mengamati orang bergabung karena masalah keluarga, masalah keuangan, masalah penyakit, masalah kesepian (hubungan social, teman, keluarga baru seiman), masalah pribadi seperti kebingungan hidup untuk apa dan kemana, butuh wadah pelayanan, dan banyak dari mereka juga sekaligus butuh jaringan untuk mendukung bisnis mereka.

Supaya Anda memahami bisnis dalam perspektif yang sama dengan maksud tulisan ini, maka perlu Anda batasi pemahaman bisnis Anda seperti yang dipahami oleh tulisan ini. Bisnis didefinisikan sebagai organisasi atau badan usaha yang bergerak dalam kegiatan komersial, industri, atau profesional. … Istilah “bisnis” juga mengacu pada upaya dan aktivitas yang terorganisir dari individu untuk memproduksi dan menjual barang dan jasa untuk mendapatkan keuntungan. Bisnis adalah aktivitas mencari nafkah atau menghasilkan uang dengan memproduksi atau membeli dan menjual produk (seperti barang dan jasa). Sederhananya, ini adalah “aktivitas atau perusahaan apa pun yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan”.  Apakah pekerjaan atau bekerja itu bisnis? Jawabnya ya, karena orang bekerja pada umumnya untuk menghasilkan uang membayar kebutuhan hidup mereka dan mengharap ada kelebihan (untung) untuk ditabung atau diinvestasikan.

Apa yang membedakan bisnis dengan pelayanan gereja?

  1. Bisnis dilaksanakan oleh organisasi (badan) atau perorangan, gereja juga.
  2. Bisnis menghasilkan produk (barang atau jasa), gereja juga menghasilkan jasa (layanan).
  3. Bisnis adalah aktivitas mencari nafkah atau uang, gereja juga.
  4. Bisnis dijalankan untuk mendapatkan keuntungan, gereja? Gereja tidak mengenal istilah keuntungan. Istilah keuntungan diganti dengan kelebihan penerimaan di atas pengeluaran (basis kas). Tetapi kelebihan ini bukan menjadi tujuan utama gereja. Sedangkan bisnis tujuan utamanya adalah keuntungan. Karena perbedaan istilah dan motif ini, maka penghasilan gereja, seperti lembaga keagamaan umumnya, tidak dikenakan pajak penghasilan oleh Negara. Karena penghasilan gereja tidak dikenakan PPh, maka pemberi atau pembayar tidak boleh mengurangkannya sebagai biaya. Pemberian ke gereja dapat dikurangkan dari penghasilan bruto, atau dipersamakan dengan biaya, dalam perhitungan pajak penghasilan kalau dibayarkan ke LEMSAKTI, atau persembahan/persepuluhan Anda ditukar dengan SSK yang diterbitkan oleh LEMSAKTI. Untuk informasi ini silahkan pelajari di https://www.lemsakti.net/p/tanyajawab.html

Apa itu keuntungan? Keuntungan atau laba dalam bisnis adalah keuntungan finansial, terutama perbedaan antara jumlah yang diperoleh dan jumlah yang dihabiskan untuk membeli, mengoperasikan, atau memproduksi sesuatu. Ukuran keberhasilan suatu bisnis adalah keuntungan yang dihasilkannya. Untuk menjalankan bisnis dibutuhkan modal. Keuntungan adalah tingkat (besarnya) pengembalian yang diperoleh untuk modal yang diserahkan. Biasa dikenal sebagai ROI, return on investment.

Gereja karena tidak mengejar laba atau keuntungan disebut nirlaba atau nonprofit. Nirlaba artinya tidak mengejar keuntungan. Gereja disebut organisasi nirlaba. Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba.

Mengapa gereja itu ada? Tujuan utama keberadaan gereja adalah untuk menginjili dunia (menjadikan semua bangsa murid Yesus Kristus) dan membangun orang percaya (Kerajaan Surga di bumi sesuai Kehendak Allah). Beberapa orang berpendapat bahwa misi Gereja adalah untuk menghadapi ketidakadilan dan meringankan penderitaan, berbuat lebih banyak untuk mengungkapkan kasih Tuhan kepada dunia (ini humanisme, social gospel, gereja social, berpusatkan manusia, memanfaatkan Tuhan untuk kepentingan manusia). Yang lain khawatir bahwa gereja sosial berada dalam bahaya kehilangan keterpusatan pada Tuhan sehingga dengan demikian mereka menekankan pewartaan Injil. Rick Warren menyarankan bahwa tujuan gereja adalah ibadah (penyembahan), persekutuan (pertemuan), pemuridan (mengajarkan melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Yesus), pelayanan (memenuhi kebutuhan manusia = bisnis), dan misi (menjadikan semua bangsa murid Yesus), dan bahwa itu berasal dari Perintah Agung (Matius 22: 37–40) dan Amanat Agung (Matius 28: 19-20), (Mark 16:15-19), (Luk 24:45-49), (John 21:17), (Acts 1: 8).

Yesus meminjam dan menggunakan istilah ekklesia dari bahasa Junani yang dikenal di masa hidupNya dalam wilayah pendudukan Kerajaan Romawi. Para ahli ketatanegaraan dan strategi perang Roma mengambil alih pengertian dan praktek ekklesia yang dikenal di Junani untuk diadopsi dan disesuaikan dengan kepentingan Kerajaan Romawi. Di Junani dan kemudian dikembangkan oleh Romawi, ekklesia itu adalah sekumpulan warga Negara yang dipilih dan dipanggil untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan kehendak raja di seluruh wilayah Kerajaan. Romawi menggunakan ekklesia yang sekarang dikenal dengan Senat. Senat mengusulkan/menyetujui Proposal Perang Panglima Militer atau Anggota Senat untuk pengambilalihan (menjajah) suatu wilayah dan kemudian mengangkat raja atau Perwakilan Pemerintahan di wilayah baru itu. Itulah yang kita kenal dengan nama Pontius Pilatus memerintah di Judea dan Herodes menjadi raja di Galilea pada masa Yesus hidup dan melayani.

Kalau rajanya Yesus Kristus, maka ekklesia atau dikenal juga gereja adalah orang-orang yang dipanggil dan ditugaskan untuk mewujudkan misi Yesus: mendatangkan Kerajaan Surga di bumi, menjadikan kehendak Bapa Surga di bumi, menjadikan semua bangsa murid Yesus sehingga mampu melaksanakan semua perintah Yesus dengan sempurna di bumi selagi mereka masih hidup dan seterusnya, yang diringkas dalam doa Bapa Kami (Mat 6:9-13, Luk 11:2-4). Ini dimulai dari Yerusalem terus ke Judea terus ke Samaria terus sampai ke ujung dunia.

Menurut bible yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh LAI menjadi Alkitab,  gereja (ekklesia) adalah pertemuan ibadah (Ibr 10:24-25), dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama Yesus maka Yesus ada disitu (Mat 18:20), tubuh Kristus (Roma 12:4-5), rumah Tuhan dan tempat Roh Allah (1 Kor 3:16), damai Kristus dalam hati anggota tubuh yang bersyukur (Kol 3:15), bertemu dalam perjamuan, memuji Tuhan dan menikmati kasih sesama (Kis 2:46-47), teman sekerja dalam Pelayanan Tuhan ladang Tuhan bangunan Tuhan (1 Kor 3:9), dibangun Kristus sebagai batu yang menang atas kuburan (Mat 16:18), dilengkapi untuk  setiap pekerjaan baik (2 Tim 3:16-17), dikasihi Kristus dengan menyerahkan diriNya untuk dikuduskan yang dibasuh dengan air melalui firman (Ef 5:25-26), tempat tinggal pesan Kristus yang kaya untuk mengajar dan menguatkan satu sama lain dengan hikmat melalu mazmur, pujian, lagu dari Roh menyanyi untuk Tuhan dengan syukur dalam hati (Kol 3:16), warga Kerajaan Tuhan dan anggota rumah tanggaNya dibangun di atas dasar para Rasul dengan Yesus Kristus sendiri sebagai batu penjuru (rujukan posisi) (Ef 2:19-20), berbicara dalam kasih bertumbuh dewasa dalam tubuh yang Yesus Kristus kepalanya (Ef 4:15), berdoa dan menuangkan minyak urapan bagi yang sakit dalam nama Tuhan sehingga disembuhkan dan dibangkitkan oleh Tuhan dan mengampuni dosanya (Yak 5:14-15), melakukan segala sesuatu melebihi yang kita bayangkan di dalam kita untuk kemuliaan Yesus Kristus dari generasi ke generasi dan selama-lamanya (Ef 3:20-21), membangun diri dalam iman kudus dan doa oleh Roh Kudus tetap dalam kasih Tuhan sambil menunggu kemurahan Tuhan Yesus Kristus membawa ke kehidupan kekal (Yak 1:20-21), mendedikasikan diri untuk pengajaran Rasul (Injil Kerajaan) dan bersekutu dalam Perjamuan Kudus dan berdoa (Kis 2:42), menjauhkan pihak-pihak yang menimbulkan perpecahan dan perbantahan yang mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan bible (Roma 16:17), sebagai tubuh terdiri dari berbagai bagian dan anggota tetapi satu dalam Kristus (1 Kor 12:12), menikmati masa sukacita dan penguatan takut Tuhan dan dikuatkan oleh Roh Kudus yang menambah jumlah terus menerus (Kis 9:31), dibaptis oleh satu Roh membentuk satu Tubuh yang semuanya diberi minum Roh (1 Kor 12:13), dipanggil oleh Allah yang setia untuk bersekutu dengan AnakNya, Yesus Kristus Tuhan kita (1 Kor 1:9), Kristus adalah kepala Gereja, gereja adalah Tubuh Kristus, Yesus Juruselamatnya (Ef 5:22-23), bagi yang menerima pesanNya dibaptis (Kis 2:41). 

Pengertian dan pemahaman tentang gereja (ekklesia) ini hanya sebagian dan minimal. Untuk lengkapnya Anda harus menambang dan menggali sendiri dari bible dalam berbagai versi dan rujuk pengertian setiap kata ke kata aslinya, Junani dan Ibrani. Bagi Anda yang berbahasa Indonesia, jangan hanya gunakan Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Setelah membaca Alkitab terbitan LAI, supaya pemahaman dan pengertian Anda semakin disempurnakan, maka perlu Anda bandingkan dengan bible versi lainnya. Sekarang dengan kemajuan teknologi internet, semua tersedia dengan gratis asal Anda mau dan bersedia meluangkan waktu untuk lebih ahli dan trampil dalam Firman Tuhan yang tertulis. Contohnya SABDAweb. Apakah Anda dapat bayangkan kalau gereja melaksanakan “pengertian minimal” gereja di atas? Dalam sekejap dunia akan menjadi Kerajaan Surga. Apakah Anda merasakan getaran dalam hati Anda? Silahkan berdoa dan minta pimpinan Roh Kudus untuk membuka kemampuan Anda memahami firmanNya.

Setelah memiliki pemahaman minimal tentang bisnis dan gereja, mari kita lanjutkan petualangan kehidupan holistik kita.

Apa hubungan gereja dengan pengertian seperti disebutkan dalam ayat-ayat Alkitab di atas dengan bisnis?

Hampir 65% Perumpamaan Yesus Melibatkan Bisnis

Pernahkah Anda mendengar seorang pendeta mengkhotbahkan kebenaran sederhana itu? Apakah Anda seorang anak pendeta yang jarang melewatkan kebaktian gereja selama sekitar setengah abad perjalanan hidup Anda? Apakah Anda pernah mendengarnya? Saya sering mendengar bagaimana anggota jemaat sangat mengharapkan pendetanya memberikan pegangan baginya ketika melakukan bisnis. Tetapi para pendeta umumnya bungkam. Saya sendiri hampir sebagian besar hidup saya (saat tulisan ini dibuat secaraa biologi menuju lansia) berkecimpung dalam dua dunia: bisnis dan Firman Tuhan. Saya pernah melayani di berbagai organisasi bisnis Kristen dan juga melayani di beberapa gereja. Jadi dalam banyak hal para pendeta yang murni dari sekolah teologia sudah seharusnya belajar tentang bisnis dari orang-orang seperti saya, yang paham Bible dan juga bisnis. Teolog murni yang melayani hanya di gedung gereja dan jemaatnya adalah ibarat katak dalam tempurung, merasa sudah mampu memenuhi kebutuhan anggotanya tetapi sesungguhnya sangat mengecewakan. Mengapa? Kehidupan anggota jemaat gereja begitu kompleks, sedangkan pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah stt hanya terbatas pada kuliah dosen berdasarkan kurikulum dan buku teks wajib di lingkungan kampus. Lingkungan kampus itu ibarat tempurung, sehingga sangat terbatas sekali ruang lingkupnya. Mari kita lanjutkan….

Parables yang diterjemahkan ke dalam Indonesia sebagai “perumpamaan” adalah cerita pendek yang diceritakan oleh Yesus untuk tujuan yang lebih dalam. Beberapa diceritakan sedikit berbeda dalam Injil paralel. Beberapa orang tidak setuju apakah sebuah cerita oleh Yesus adalah sebuah alegori atau perumpamaan. Sebagai perangkat sastra, alegori adalah narasi di mana karakter, tempat, atau peristiwa digunakan untuk menyampaikan pesan yang lebih luas tentang masalah dan kejadian dunia nyata. Para Penulis telah menggunakan alegori sepanjang sejarah dalam semua bentuk seni untuk mengilustrasikan atau menyampaikan ide dan konsep yang kompleks dengan cara yang dapat dipahami atau mencolok bagi pemirsa, pembaca, atau pendengarnya. Penulis dan pembicara biasanya menggunakan alegori untuk menyampaikan makna (semi-) tersembunyi atau kompleks melalui figur simbolik, tindakan, citra, atau peristiwa, yang bersama-sama menciptakan makna moral, spiritual, atau politik yang ingin disampaikan oleh penulis. Banyak alegori menggunakan personifikasi konsep abstrak. Jadi, pengajaran Yesus Kristus dalam bible kisarannya antara 37 alegori dan 54 perumpamaan. Dari 37 alegori yang teridentifikasi, 22 atau 59,46% melibatkan bisnis. Dari 54 perumpamaan yang teridentifikasi 37 atau 68,52% melibatkan bisnis. Bagaimanapun, KEBANYAKAN alegori dan perumpamaan Yesus, yaitu 64,84% atau hampir 2/3nya melibatkan bisnis. Dalam statistik itu adalah angka sangat signifikan. Dalam pemilihan umum itu adalah angka kemenangan. Dalam pengambilan keputusan secara voting itu sudah sah dan mengikat.

Firman Tuhan Mengakui Pentingnya Bisnis

Salah satu kebohongan terbesar Iblis adalah bahwa pekerjaan dibagi menjadi sekuler dan rohani.  Itu adalah omong kosong dan tipuan Iblis kepada manusia sepanjang masa terutama sekarang. Sebagaimana Iblis memperdaya Hawa dan membuat Adam melanggar perintah Tuhan, maka hal yang sama terus diulang-ulang oleh Iblis sepanjang masa. Dan jelas, korbannya adalah manusia yang merupakan keturunan Hawa.  Sejak awal Tuhan menciptakan pekerjaan, dan itu bagus. Kej 2:15. Adam adalah pengusaha dan pemelihara ciptaan. Dia mengawasi perusahaan pertanian besar. Tapi pemberontakannya melawan Tuhan mengakibatkan kutukan kepada ciptaan yang membuat pekerjaan menjadi lebih sulit. Kejadian 3: 17-19. Sementara kita sebagai keturunan Adam berbagi dalam pemberontakan dan kutukan itu yang diteruskan turun temurun. Kebenaran yang terdalam adalah bahwa SEMUA pekerjaan yang sesuai hukum dan bermoral adalah BAIK. Kita diciptakan untuk bekerja dan akan bekerja di Kerajaan Allah di masa kini dan masa depan. Bekerja itulah yang kita sebut bisnis.

Paulus menyadari hal ini, mengatakan kepada kita bahwa pada Penghakiman terakhir, setiap orang akan “menerima apa yang menjadi haknya untuk hal-hal yang dilakukan selama berada di dalam tubuh, apakah baik atau buruk” (2 Kor. 5:10). Yesus akan menyediakan pekerjaan bagi kita di Kerajaan-Nya dan untuk kekekalan, berdasarkan bagaimana kita mengatur waktu dan sumber daya kita, selagi kita masih hidup di bumi ini. Kalau tidak, untuk apa penghakiman terakhir?

Yesus Menyadari Pentingnya Bisnis

Kita tidak perlu heran bahwa karena pekerjaan adalah pusat penciptaan, Yesus begitu sering berbicara tentang bisnis. Kita juga tidak perlu heran bahwa Yesus menggunakan bisnis sebagai ilustrasi yang lebih dalam tentang Kerajaan Allah.

Dari membeli properti untuk mutiara yang sangat berharga atau harta karun (Mat 13:44; 45-46), hingga mengolah tanah sebagai petani yang menanam benih (Mrk. 4: 26-29), menabur benih (Mat 13: 3 -9; Mrk 4: 3-9; Luk 8: 5-8), menghadapi tantangan gulma (Mat 13: 24-30), tantangan pekerja (Mat 20: 1-16), dan penyewa yang jahat (Mat 21: 33-41; Markus 12: 1-9; Luk 20: 9-16). Yesus juga menggunakan bisnis untuk berbicara tentang pembangun yang bijaksana dan bodoh (Mat 7: 24-27; Luk 6: 46-49), hamba yang tidak adil (Luk 16: 1-13), hamba yang tidak mau mengampuni (Mat 18: 23-35), menghapuskan hutang (Luk 7: 41-43), nelayan (Mat 13: 47-50), Hakim (Luk 18: 1-8) dan banyak lagi.

Mengapa Bisnis Itu Penting

Di luar volume perumpamaan bisnis, terdapat kebenaran yang jauh lebih dalam. Seperti perumpamaan, bekerja adalah ceritanya tetapi memajukan kerajaan Tuhan adalah tujuan yang lebih dalam. Yesus datang untuk memulihkan semua yang rusak. Itu dimulai dengan kita dalam hubungan denganNya, tetapi itu meluas ke pekerjaan kita. Apa tipuan Iblis terbesar saat ini di gereja dan bagi orang Kristen? Iblis melalui agennya, para pemimpin gereja, mengajarkan pekerjaan gereja (seperti yang dilakukan gereja Katolik jaman dulu dengan menjual indulgensi, surat pengampunan dosa) hingga pendeta ekstrim saat ini yang mengklaim dirinya paling kudus, sedangkan orang lain semua berdosa? Atau pekerjaan di gereja adalah yang utama dan mulia sedangkan pekerjaan di luar gereja adalah duniawi? Menciptakan suatu opini yang dijadikan kebenaran bahwa Tuhan hanya bekerja melalui gereja, dan itu gereja milik pendeta itu? Gereja yang menjadi lembaga resmi karena terdaftar di Kementerian Agama kemudian melarang semua bentuk pelayanan lain yang benar-benar sesuai dengan bible? Ini fakta. Tapi suatu ketika Dirjen Bimas Kristen berkata: “Gereja, Sinode dan Aras melarang orang lain melakukan banyak hal yang oleh Yesus Kristus suruh lakukan”. “Bagaimana mungkin saya berani menolak permintaan orang yang tulus melayani Tuhan hanya karena keegoisan dari para pemimpin lembaga gereja yang sudah terdaftar? Bagaimana kalau itu benar-benar dari Tuhan?” Maka, Pemerintah tidak mau dikuasai oleh keegoisan dan keserakahan segelintir pemimpin elit gereja dan membuka pintu pelayanan selebar-lebarnya dalam bentuk yang beraneka ragam. Tuhan tidak pernah membatasi kreativitas manusia, terserah, yang penting pada waktunya nanti masing-masing mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Roma 14:12, Gal 6:1-5, Luk 17:3, Mat 12:36-347).

Hati-hati dan kritisilah untuk generasi muda dan Anda yang masih berpikiran ke masa depan. Ini adalah jebakan batman, atau kalau di pasar modal jebakan dividen, dimana Anda mengharapkan dividen tetapi malah modal Anda jeblok tidak berkutik jatuh ke tingkat paling murah dan sulit mendapatkannya kembali karena tidak ada yang mau membeli saham yang mau Anda jual. Bukankah Anda berharap menjadi kudus dan mengharap dimuliakan oleh pekerjaan pelayanan Anda di dalam atau bersama gereja? Tetapi apa yang Anda lakukan? Anda memandang orang lain begitu buruk atau jahat atau berdosa, sedangkan Anda adalah anak kesayangan bapa surgawi yang melindungi dan memberkati Anda setiap saat. Benarkah demikian? Bukankah Anda sudah menjadi korban ajaran pemimpin gereja Anda yang telah menjebak Anda dalam pola pikir picik dan fanatik sempit? Bukankah ini langkah menuju tahap berikutnya yang menjadikan Anda teroris agama?

Saya kasih contoh. Suatu kali kami dari kalangan bisnis dan pelayan di Gereja bertemu dengan sepasang suami istri dari kalangan gereja yang memiliki pegangan ajaran (doktrin) yang berbeda di suatu hotel bintang lima berlian di pusat Ibukota. Mereka begitu pongah mengatakan bahwa Tuhan begitu mengasihi mereka sehingga ketika melakukan sesuatu dan bepergian dengan pesawat misalnya, mereka selalu diutamakan sementara yang lain tidak kebagian kursi. Apakah Tuhan begitu pilih kasih sehingga hanya kedua pasangan itu yang diberkati? Bukankah Tuhan yang menciptakan semuanya dan mengasihi semuanya? Tidak lama setelah pertemuan itu saya mendengar terjadi huru hara di kota yang menjadi topik pembicaraan kami untuk melayani bersama di sana sekaligus berbisinis dan yang dibanggakan oleh kedua pasangan itu. Sejak peristiwa meletusnya hura hara tersebut, saya tidak pernah mendengar lagi tentang kedua pasangan ini.

Bagaimana kita memandang pekerjaan? Apakah pekerjaan kita menjadi beban yang berat untuk ditanggung saat kita berpacu menuju masa pensiun? Apakah ini semua tentang aku dan membangun kerajaanKU? Itulah perumpamaan Yesus tentang orang kaya bodoh yang kehilangan segalanya dan menghabiskan kekekalan terpisah dari Tuhan (Luk 12: 16-21).

Ataukah bisnis kita adalah hadiah dari Tuhan untuk pengurus Kerajaan-Nya? Ini adalah perumpamaan Yesus tentang talenta dan mina (Mat 25: 14-30; Luk 19: 12-27). Perumpamaan Yesus menanamkan kepada kita dalam pengakuan bahwa kita bukanlah pemilik tetapi penatalayan atau pengurus dari semua yang dipercayakan kepada kita.

Dua Perumpamaan Bisnis Yang Merangkum Segalanya

Perumpamaan tentang talenta (Mat 25: 14-30) dan perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik (Luk 10: 25-37) meringkas ajaran Yesus.

Perumpamaan tentang talenta merupakan bagian dari rangkaian cerita terkait tentang kedatangan Yesus kembali sebagai Raja. Dia mulai dengan memberi tahu mereka untuk bersiap – jalani hidup Anda dan jalankan bisnis Anda karena tahu kedatangan-Nya sudah dekat. Itu adalah perumpamaan tentang sepuluh gadis (Mat 25: 1-13). Dia bergerak langsung ke dalam kisah tentang talenta (bakat, panggilan hidup) yang menyuruh kita menjadi bijak. Hamba yang mengubur bakatnya (pasif, tidak berupaya, tidak berusaha, tidak bekerja keras, pemalas, pengemis, peminta-minta, pencari kambing hitam, pengangguran, hanya bisa berdoa minta tolong kepada Tuhan tetapi saatnya bertindak tidak pernah beranjak dari tempat duduknya) tidak bijaksana sehingga diusir dari Kerajaan. Para hamba yang dengan bijak mengerjakan apa yang dipercayakan kepada mereka, menggandakan dampaknya, disambut ke dalam Kerajaan,

“Bagus sekali, hamba yang baik dan setia! Kamu telah setia dengan beberapa hal; Aku akan memberi kamu tanggung jawab atas banyak hal. Datanglah dan berbagi menikmati kebahagiaan tuanmu!” Mt. 25: 21,23.

Yesus mengacu pada Kerajaan-Nya dan memberi tahu kita bahwa Dia memiliki tugas pekerjaan untuk kita berdasarkan seberapa baik kita mengelola apa yang Dia telah percayakan kepada kita sebelumnya. Kita harus mau dan berusaha keras dengan bijaksana mengembangkan bisnis kita untuk kemuliaan Tuhan dan kemajuan Kerajaan-Nya! Dia memulai dengan perkara kecil dan sederhana, kemudian secara bertahap Dia tingkatkan dan tinggikan seiring kemampuan kita mengelola dan meningkatkan kemampuan kita mengurus dan menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada ketika, selagi kita masih hidup di dunia ini. Ini tidak berlaku bagi mereka yang tidak peduli dengan kehidupan di bumi ini dan terburu-buru ingin pergi ke surga. Yang terakhir ini adalah bentuk kelicikan Iblis yang telah memperdaya mereka yang awalnya begitu giat dalam pelayanan Tuhan tapi kemudian menciptakan kebenaran sendiri dan lari dari kenyataan. Ini sama saja memberontak terhadap Tuhan, karena bertentangan dengan apa yang Yesus perintahkan dalam bible.  

Domba, Kambing, dan Orang Samaria yang Baik

Perumpamaan tentang bakat yang tepatnya adalah panggilan hidup adalah bagian dari seri – bersiaplah, bijaklah, murah hati, dan sabar menunggu buah yang diharapkan. Keempatnya berjalan bersama. Tujuan bisnis BUKAN untuk mendapatkan mainan terbaik. Tujuannya adalah untuk mendatangkan kebahagiaan terbesar. Kebahagiaan terbesar berubah menjadi sukacita datang ketika Anda yang memiliki harta kekayaan memberi kepada mereka yang membutuhkan. Bukankah itu yang dilakukan oleh semua orang kaya di dunia? Bill Gates, Warren Buffet hingga Tahir di Indonesia berbagi kekayaan mereka melalui jalur dan cara yang mereka anggap aman dan efektif mencapai sasaran. Contoh lain adalah keluarga Hary Tanoe selalu menayangkan di TV MNC group pemberian yang mereka bagikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan. Ya, anggaplah itu CSR, corporate social responsibility grup perusahaan mereka. Tapi jelas, mereka berbagi kepada yang membutuhkan. Dan perbuatan seperti itu, berbagi, adalah kehendak Tuhan di bumi seperti di surga. Itu Perintah Agung … kasihilah sesamamu. (Mat 22:37-40) LEMSAKTI www.lemsakti.net memiliki daftar panjang para pebisnis yang membagikan setiap hari persembahan kasih mereka, sebagian besar dalam bentuk persepuluhan, yang memungkinkan ribuan gereja dapat terus melanjutkan operasi pelayanan di seluruh Indonesia. Itu juga yang memungkinkan ribuan gereja dibangun dengan megah dan mewah di berbagai tempat, walaupun harus menghadai dan setelah melewati waktu panjang berjuang mendapatkan perijinan dan persetujuan masyarakat di lingkungan mereka. Tapi itu nyata dan terjadi berkat ketulusan dan kesetiaan orang bisnis memberi.

Yesus menyimpulkan Mat. 25 dengan perumpamaan tentang kedatangan dan penghakiman-Nya. Sepenuhnya sesuai dengan perumpamaan tentang talenta. Dalam perumpamaan tentang talenta atau bakat ini Yesus menyatakan secara eksplisit bahwa pertumbuhan bisnis adalah untuk melayani sebagai agen-Nya (duta besarNya, Duta Kerajaan Surga di Bumi: 2 Kor 5:20, Fil 3:20, Ef 6:2) yang melayani orang lain yang membutuhkan. Orang lain itu disebut Yesus sebagai “yang paling kecil dari ini”. Mengabaikan kebutuhan itu sama dengan mengubur bakat seseorang. Mengabaikan menjalankan bakat dan talenta, sama dengan mengabaikan panggilan hidup seseorang, artinya memberontak terhadap perintah Tuhan. Tegas, hukumannya adalah mati.

Yesus menggunakan seorang pebisnis keliling untuk mengilustrasikan hal ini. Beberapa orang Kristen dan pemimpin gereja tidak menyukai bisnis. Mereka pikir itu sekuler dan kejahatan yang diperlukan supaya Anda memiliki uang untuk diberikan kepada pekerjaan Tuhan yang sebenarnya di gereja. Tetapi orang Kristen dan pemimpin gereja bodoh ini kurang memahami apa yang diajarkan oleh Yesus sendiri. Yesus memilih seorang pedagang Samaria yang hina untuk membalikkan pemikiran itu. Orang Samaria dianggap hina dan rendah oleh orang Jahudi, tapi terhormat dan mulia di mata Yesus. Para pemimpin gereja berjalan melewati tetangga yang terluka membutuhkan bantuan. Menurut pemimpin gereja ini, mereka memiliki hal-hal yang lebih saleh untuk diperhatikan. Tetapi orang Samaria itu berhenti, menggunakan peralatan, sumber daya, waktu, dan gaji dua hari untuk melihat dan merawat tetangganya agar dipulihkan. Yesus secara langsung mengikat demonstrasi belas kasihan itu untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Luk 10:25). Artinya kalau tidak berbuat kasih kepada  yang membutuhkan, apalagi tetangga Anda, dan Anda mampu melakukannya, maka Anda tidak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Hallo aktivis gereja, Anda dimana?

Perlu untuk lebih kritis dalam menggambarkan kebenaran ini. Yesus tidak membantah bahwa masuk ke Kerajaan Allah adalah karena anugerah saja, melalui iman saja, di dalam Kristus saja. Tetapi Yesus mengatakan bahwa iman yang benar menghasilkan buah melalui pelayanan pengorbanan kepada orang lain. Ajaran Yesus ini ditegaskan kembali oleh Yakobus dengan menyebutkan iman tanpa perbuatan adalah mati. (Yak 2:14-16, 20-24). Tuhan lebih menekankan pentingnya urusan dengan sesama daripada sibuk di dalam gedung gereja. Mengapa? Karena Anda, kalau orang Kristen, adalah garam dan terang. Kalau pelayanan hanya di dalam gereja, garam Anda tidak dibutuhkan lagi karena sudah terlalu asin. Atau terang Anda tidak butuhkan lagi karena akan membuat yang lain silau. Kalau sudah asin dan silau, maka yang timbul adalah adu argementasi kebenaran sendiri, protes, perbantahan, perkelahian, perpecahan, dan bunuh membunuh. Bukankah itu pekerjaan si jahat, Iblis yang datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan? (Yoh 10:10). Tapi kalau Anda menerangi tempat kegelapan dan menggarami masakan yang perlu rasa atau diawetkan, bukankah mereka akan bersyukur dan memuji Bapamu yang disurga? Kalau mereka memuji dan memuliakan Bapa di Surga, bukankah itu buah yang baik dan menyenangkan Tuhan? (Ef 2:4-7, Mat 4:19, Mat 5:13-16, Maz 128:2).

Nyalakan Hasrat Anda Mengembangkan Bisnis Anda Memajukan Kerajaan Tuhan

Saya harap Anda akan bergabung dengan saya di WEABCID untuk tumbuh kembang gereja. Ini adalah pusat jaringan bisnis untuk menyulut semangat Anda untuk mempercepat bisnis Anda menuju kemuliaan Tuhan. Saya akan menemani Anda mewujudkan misi tentang perumpamaan bisnis Yesus. Kita dapat berbagi informasi tentang sumber daya dan jaringan yang dapat mendukung tumbuh kembang binsis Anda seiring dengan tumbuh kembang gereja Anda.

Sudah bertahun-tahun saya mengamati pebisnis Kristen melakukan kesalahan ini. Mereka  membangun bisnis untuk kemuliaan diri mereka sendiri. Mereka ada yang memasang label “Kristen” pada praktik bisnis mereka saat mereka berkembang ke beberapa lokasi, staf, dan kesuksesan. Tetapi di Indonesia banyak yang menyembunyikan identitasnya sebagai Kristen. Mereka lebih mendorong dan menggaungkan agama dan keyakinan mayoritas. Apakah karena mereka takut atau memanfaatkan peluang pasar yang besar, atau keduanya? Tapi, yang menjadi perhatian saya adalah bahwa mereka memandang diri mereka sebagai pemilik bisnis itu. Ketika Tuhan mengungkapkan kebenaran ini kepada Anda, ini berarti waktunya Dia memanggil Anda untuk mengesampingkan bisnis Anda dan mengundang Anda ke dalam bisnis-Nya. Dia mengundang Anda untuk menggunakan gelar dan keahlian serta jaringan bisnis Anda untuk melayani mereka yang paling kecil. Bagaimana apakah Anda siap? Bukankah kalau Anda memelihara ikan kecil akan menjadi ikan besar nantinya? Atau ikan kecil yang sedikit akan menjadi ikan kecil yang banyak melimpah ruah? Bukankah sebagai bisnis Anda berbicara target volume (omzet) di masa periode yang Anda bagi dalam skala waktu sekarang (pendek), nanti (sedang), dan ntar (panjang)?  Tentu saya perhatikan banyak pengusaha yang hidup dari hari ke hari, sekarang saja. Mereka memesan produk dari pemasok dan menggunakan serta mengkonsumsinya, tetapi tidak segera membayar ketika jatuh tempo. Beberapa waktu kemudian datanglah segerombolan debt collector silih berganti. Mereka meminjam uang dan tidak membayar sesuai jatuh tempo. Apakah para kreditur itu diam saja? Tentu tidak. Mereka mengajukan gugatan pailit atau PKPU. Cara bisnis sedemikian namanya tidak bijaksana, dan menyimpan bom waktu yang meledak pada waktunya menghancurkan dirinya sendiri. Pebisnis bodoh yang membangun rumah di atas pasir. Tunggu hujan badai akan menghanyutkan rumahnya. (Mat 7:24-27)

Saya suka pemilik bisnis yang melihat peluang untuk membuka fasilitas mereka untuk melayani tetangga yang rentan yang membutuhkan bantuan. Saya mencintai pemilik bisnis yang berinvestasi dengan bijak di Kerajaan melalui pemberian yang memungkinkan untuk membuka pusat pembangunan dan pemberdayaan pemuda dan pebisnis menjadi entrepreneur handal yang membawa Injil dan kesejahteraan kepada ratusan, mungkin ribuan, orang yang membutuhkan. Jelas saya menentang pemberian bantuan yang menciptakan ketergantungan orang kepada bantuan berikutnya. Bantuan itu dimaksudkan untuk memungkinkan orang itu bertahan hidup dan bangkit kembali untuk menata kehidupannya yang selanjutnya dapat produktif dan menjadi sumber bantuan berikutnya untuk memberdayakan orang lain yang membutuhkan. Kalau Anda terlalu sibuk mengurus itu karena terlalu lama dan besar, saatnya Anda bergabung dan bekerja sama dengan yang lain. Itulah mengapa WEABCID kita aktifkan.

Saya mengenal dan pernah bergaul atau dalam satu pelayanan dengan beberapa orang konglomerat Indonesia, khususnya bisnis Kristen. Mereka memiliki pandangan yang sama dan mengambil langkah untuk memberdayakan orang lain. Ambil contoh Pak Ciputra, sekitar 1999 dengan teman-teman yang lain, kami mendukung pelayannya mendirikan dan mengembangkan AYUB, Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa. Kemudian dia mendorong tumbuhnya entrepreneur di Indonesia. Gagasannya mengharapkan minimal 2% entrepreneur dari seluruh penduduk Indonesia. Kemudian dia mendirikan ANGIN, Angel Investor Indonesia, yang terus berkembang dan sekarang dijalankan secara professional oleh berbagai kalangan dan membangun jaringan yang lebih luas secara global. Bukankah itu salah satu contoh wujud perumpamaan Yesus tentang biji sesawi? (Mat 13:31-32, Mark 4:30-34, Luk 13:18-21).

Jadilah bagian dari pekerjaan Kerajaan Tuhan. Kembangkan bisnis Anda untuk memajukan Kerajaan itu. Lihatlah perumpamaan Yesus, lihat pentingnya bisnis, dan biarkan pekerjaan Anda lebih dalam untuk melayani orang lain. Kalau anda tertarik silahkan hubungi kami melalui formulir kontak yang tersedia dalam situs ini atau klik disini https://churchgrowdevelop.business/

Atau, Anda dapat terus memberikan persembahan dan persepuluhan ke gereja Anda seperti biasa. Kalau Anda membayar pajak dan nilai persembahan/persepuluh/sumbangan keagamaan Anda cukup signifikan (misalnya sudah ratusan juta rupiah), maka saatnya Anda menukarkannya dengan SSK, Sertifikat Sumbangan Keagamaan untuk menjadikannya biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan. Kalau Anda membutuhkan informasi tentang SSK silahkan kunjungi dengan klik link berikut: https://www.lemsakti.net/p/tanyajawab.html

Diterbitkan oleh WEABCID

Pelayanan holistik berbasis bisnis sebagai misi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: