DISKUSI VISI MISI GEREJA KRISTEN KUDUS INDONESIA

DISKUSI VISI MISI GEREJA KRISTEN KUDUS INDONESIA

Pdt. Rosmita Tarigan, Ketua GKKI MD Jabodetabek membuka Diskusi Setengah Hari, bertempat di Gereja Nehemiah, Apartemen Wisma Gading Permai, pada hari Sabtu, 15 Februari 2020.  GKKI Majelis Daerah Jabodetabek menyelenggarakan Diskusi Setengah Hari. Diskusi ini menampilkan Nara Sumber Rev. Dr. Mahli Sembiring, MSi.,MhD, selaku Pimpinan Training Center GKKI, dihadiri sebanyak 40 orang dari unsur pimpinan, yaitu Para Pendeta dan Pengerja serta Tim Pelayanan GKKI se Jabodetabek.   Pak Sem, demikian dipanggil sapaan akrab Nara Sumber, yang juga Ketua Umum LEMSAKTI, www.lemsakti.net mengingatkan Visi Pendiri GKKI, Pdt. Drs. Kerani Ketaren dan istrinya, Pdt. Dra. Alus beru Tarigan yang selama dua tahun, 1998-1999 secara khusus membagi visi itu denan beliau.

Waktu itu, menurut Pak Sem, Visi GKKI yang bersumber dari Alkitab, khususnya Ulangan 1:11, berisi pelipatkandaan gereja secara eksponensial. GKKI dimulai tahun 1991 dengan melegalkan Persekutuan Doa menjadi Sinode Gereja. Bermula anggota sebanyak 50 orang, pada 1999 telah mencpai sekitar 1000 orang yang tersebar di Jawa Barat, DI Yogya, DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Riau. Dalam 9 tahun pertama GKKI bertumbuh sebesar 1900% atau rata-rata 211% per tahun. Bahkan di Jakarta, selain GKKI yang sudah ada sebelumnya, seperti GKKI Nehemiah, secara khusus Pdt Ketaren meminta Pak Sem menjadi pimpinan GKKI Jakarta sekitarnya dan berhasil membuka 4 Jemaat di Jakarta dan Tangerang dengan jumlah anggota sekitar 300 orang. Beberapa Pos PI ada di Jakarta Selatan, Timur dan Depok.

Sekarang di awal 2020 jumlah anggota GKKI diperkirakan 11500 jiwa. Bila dibandingkan dengan 1991 sebanyak 50 orang, maka terjadi lonjakan pertumbuhan sebesar 22900% selama 30 tahun, atau rata-rata 763% per tahun.

Visi GKKI, menurut Pak Sem, yang disampaikan oleh Pendiri GKKI berisi tumbuh kembang gereja 1000 kali lipat. Pertumbuhan ini didukung oleh berkat dari Tuhan berupa anggota dan kekayaan yang berasal dari bumi beserta segala isinya. Keseluruhan Visi ini disebut berkat tiga kali lipat yang diwariskan oleh Abraham kepada semua orang yang percaya kepada Keturunan Abraham berdasarkan JANJI, yaitu Yesus Kristus. Sebagai pembuktian keyakinan akan JANJI ALLAH kepada MANUSIA yang percaya kepada Kristus, mereka diberikan ROH KUDUS yang memeteraikan apa yang DIJANJIKAN oleh Tuhan dan dipercaya oleh manusia.

Sekarang, apa yang dulu menjadi VISI Pendiri secara alamiah dan otomatis berubah menjadi MISI Generasi Penerus yang menjalankan roda pemerintahan GKKI beserta seluruh Jemaat Lokal dan anggotanya. Visi ini haruslah bersifat permanen bagi Pendiri, dan ketika berubah menjadi Misi para Pemimpin saat ini,  maka para pelaku merujuknya sebagai Strategi untuk Tumbuh Kembang sesuai kondisi perkembangan Jemaat Lokal masing-masing.

Ketika Visi ini digulirkan tahun 1998-1999, jumlah anggota jemaat sekitar 1000 orang. Mengapa sekitar? Karena pelaksanan administrasi waktu itu masih berupa tradisi lisan, verbal, hanya omongan. Jadi sekarang diperkirakan kembali dengan menggunakan ingatan lokasi dan pelayan waktu itu. Mereka yang masih ada ditanya apa yang mereka ingat. GKKI waktu itu Tidak menerbitkan Surat/Sertifikat Baptisan. Juga tidak memberikan Surat Keputusan kepada para pemimpin yang dipercaya menjadi Pimpinan Jemaat Lokal atau wilayah seperti Jakarta sekitarnya.

Waktu itu ada dua type jemaat, yang juga masih berlangsung sampai sekarang. Yang pertama adalah type Jemaat yang langsung didirikan oleh Pendiri dan Timnya. Yang kedua adalah type Jemaat yang menggabungkan diri dengan GKKI karena membutuhkan payung hukum. Kedua type jemaat ini diberikan otonomi dengan perbedaan yang didirikan langung oleh Pendiri sepenuhnya dikendalikan oleh Pendiri. Dan kedua type ini merupakan dua strategi untuk tumbuh kembang gereja.

Menggunakan Visi Pendiri yang bertumbuh 1000X lipat, maka merujuk 1999 jumlah anggota yang dituju oleh GKKI adalah sejuta anggota jemaat. Pak Sem menegaskan skala kelayakan. Artinya jumlah Gereja Lokal yang kecil-kecil, dengan anggota kurang dari 100 dewasa, akan menyulitkan untuk tumbuh kembang. Apalagi GKKI banyak melayani orang-orang dari latar belakang kelas sosial ekonomi kelas bawah. Ini dikonfirmasi oleh para peserta yang mengeluhkan kesulitan mereka untuk berkembang, terutama ekonomi jemaat yang kurang mendukung.

Untuk menambah wawasan pengetahuan dan menginspirasi para peserta Diskusi, Nara Sumber juga memberikan ulasan singkat tentang gereja-gereja paling cepat bertumbuh di dunia dan Indonesia. Dari luar negeri Pak Sem mengangkat proses tumbuh kembang Gereja Yoidu Full Gospel yang dipimpin oleh Pdt Cho Yonggi dari Korea dan Carismatica Missio International (MCI) yang dipimpin oleh Cesar Castellanos dari Bogota, Kolombia.

Cho Yonggi berhasil dengan khotbah tiga kali lipat berkat: rohani, jiwa, fisik (materi) dengan mesin pertumbuhan organisasi berupa Kelompok Sel (Komsel). Cho Yonggi menjadi gereja pentakosta terbesar di dunia yang mampu mengumpulkan anggota hingga 840.000 jiwa.

MCI awalnya meniru Cho Yonggi, tetapi gagal. Kemudian Cesar mendapatkan Visi tentang Pemuridan 12 yang disingkat G12 sesuai jumlah Rasul Yesus Kristus yang 12 orang. MCI di kota Bogota sendiri mampu mengumpulkan anggota hingga 200.000 jiwa. Fokus pengajaran MCI adalah sukses hidup. Ini terbukti dengan beberapa buku yang dia tulis dan juga metode pemuridan yang dia terapkan. Semua mengarah ke sukses, tangga menuju puncak karir. Fokus dari MCI adalah orang-orang muda.

Dari dalam Negeri secara singkat dikupas tentang tumbuh kembang Gereja Betani dan Mawar Saron Surabaya. Keduanya awalnya bergabung dengan GBI, tetapi kemudian menjadi mandiri, mendirikan Sinode sendiri.

Betani fokus pada jemaat paruh baya dengan pelayanan holistik. Tidak hanya urusan ibadah tetapi menyentuh pemberdayaan ekonomi dan hubungan keluarga dari jemaat. Mereka memadukan kewirausahaan dengan iman. Mereka mengembangkan hubungan keluaarga seperti parenting dengan iman. Gereja bukan hanya tempat ibadah biasa yang kita kenal, tetapi menjadi pusat kehidupan. Tidak heran jika Betani mampu membangun 1000 lebih jemaat lokal dengan jumlah anggota lebih dari 250.000 jiwa di seluruh Indonesia.

Gereja Mawar Saron (GMS), merupakan terkecil dari contoh gereja yang cepat tumbuh kembang, yang dibahas secra ringkas dalam diskusi ini. GMS fokus pada orang muda, khususnya mahasiswa perkotaan. Dari para mahasiswa ini bergerak ke keluarga mereka. Disini pelayanan utama ditekankan pada Connect Group (CG) yang merupakan gereja-gerea kecil di rumah masing-masing anggota. Mereka dikumpulkan untuk mendapatkan orang loyal sebanyak 5 sd 15 orang, kemudian di pecah menjadi CG baru.

CG umumnya didatangi orang-orang yang memiliki masalah pergumulan hidup. Mulai dari masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan sosial. Mereka di CG melaksanakan pujian penyembahan, membahas Firman Tuhan, berbagi kesaksian dan saling mendoakan. Pada kahir CG mereka disuguhi makanan minuman ringan yang biasanya dibawa oleh anggota yang sudah lebih dahulu bergabung.

CG merupakan tempat pelatihan praktis nyata untuk mempersiapkan Tim Pelayan hingga Pendeta. Mereka belajar praktek khotbah, memimpin kelompok, mendoakan anggota, dan mendorong anggota untuk mendapatkan anggota baru. Pengembangan CG dilanjutkan dengan CG Fun sebagai sarana mendapatkan calon anggota baru. Mereka dapat diarahkan ke Gereja mengikuti Ibadah Raya sampai menjadi Anggota setelah menjalani baptisan. Pengembangan CG lainnya melalui Connect Time, CT, berkumpulnya beberapa CG yang berdekatan di suatu wilayah tertentu, misalnya wilayah Jakarta Utara dilangsungkan CT di Kelapa Gading. CT merupakan salah satu indikator untuk mendirikan gereja lokal baru. Misalnya setelah yakin bahwa ada 250 orang anggota (artinya sudah ada kartu anggota) di suatu wilayah maka menjadi petunjuk perlunya dibuka gereja baru.

Jad GMS menjaring anggota dengan menggunakan berbagai sarana. Mulai dari situs web yang disediakan sarana komunikasi seperti WA, CG, CG Fun, CT, Celebration dan paling efektif adalah ajakan dari anggota keluarga. Saat ini GMS sudah beredar di berbagai kota besar di Indonesia dengan jumlah gereja lokal lebih di 70 lokasi dengan anggota lebih dari 30.000 jiwa. Mereka biasanya mencari tempat ibadah yang nyaman dan aman seperti Mal atau Hotel.

Bagaimana dengan GKKI? Jalur mana yang akan ditempuh untuk mengalami tumbuh kembang menuju 1 juta jiwa anggota? Nara Sumber memberikan berbagai tips. Tuhan menyediakan panggilan khusus untuk setiap orang, demikian juga Pendiri Sinode. Visi pendiri sudah diberikan. Jalur yang dia tempuh melalui pendirian gereja baru dan adopsi gereja yang membutuhkan payung Hukum. Kedua jalur ini tentu mamiliki pondasi dalam tumbuh kembang GKKI. Tidak perlu meniru cara gereja lain, tetapi cara-cara yang dipelajari dari gereja-gereja yang berhasil dapat dijadikan dorongan untuk mencari cara sendiri yang disediakan oleh Tuhan secara khusus untuk GKKI.

Rev. Mahli Sembiring memperkenalkan metode Apostolic Disciples Maker ADM127721 untuk menjadi rujukan bagi GKKI dalam tumbuh kembang. Secara kuantitatif angka 1juta jiwa dapat dicapai dalam 8 higga 15 tahun dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 50% sampai dengan 100% pertahun. Beliau telah memetakan 72 kota besar di seluruh Indonesia berpotensi untuk mendirikan Jemaat Lokal sebanyak 1000 lokasi atau lebih. Dengan demikian sejuta jiwa dibagi proporsional dengan populasi untuk 72 lokasi, sehingga rata-rata anggota per gereja lokal adalah sebanyak 1000 jiwa. Angka 1000 dapat diupayakan dalam satu sampai lima kali kebaktian hari Minggu, disesuaikan dengan berbagai faktor kondisi nyata lokasi setempat.

Untuk menarik anggota, tentu faktor lokasi dan gedung ibadah sangat menentukan. Apalagi didukung oleh interior dan perlengkapan ibadah yang menyenangkan, menggairahkan dan membawa suasana damai. Setiap tempat perlu diperlengkapi ruangan untuk anak-anak sesuai usia, remaja, dan pemuda. Idealnya setiap klasifikasi demografi terakomodasi oleh tempat ibadah. Itu menjadi salah satu kriteria kelayakan gereja.

Untuk menyediakan gedung dan perlengkapan yang layak tentuk sangat dipengaruhi oleh kesediaan dana. Gereja jangan berharap dana ini dari sumbangan orang luar. Itu hanya masa lalu yang tidak akan terulang kembali. Oleh karena itu para pemimpin gereja harus berpikir dan bertindak holistik. Kreatif dalam mengembangkan pelanan yang holistik. Manusia terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Trikotomi manusia memiliki kebutuhan khusus dan terintegrasi. Maka, gereja haruslah menjadi pusat kehidupan setiap hari yang mampu menyediakan semua kebutuhan masyarakat secara holistik, khususnya anggota dan calon anggotanya. Ini pola pikir Kerajaan, Kerajaan Sorga di bumi. Setiap Raja yang baik dan benar pasti memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Bukan pola pikir agama yang sempit yang menimbulkan banyak permasalahan kehidupan. Berpikir dan bertindak berdasarkan Cara Hidup Kerajaan Sorga di bumi. Hindari pola pikir agama yang mengharapkan orang untuk segera dapat masuk sorga. Pola pikir Kerajaan adalah Tuhan datang ke Bumi dari Surga untuk menegakkan Kerajaan Surga di bumi.

AMD127721 menurut Pak Sem adalah hasil perenungan yang didasarkan meditasi rohani, dalam doa berkelanjutan, didukung hasil riset dan pemahaman Biblikal. 12 adalah Pemerintahan Allah yang sempurna di bumi. Mulai dari Suku Israel, jumlah Para Rasul, dan banyak hal yang terdapat dalam Bible didasarkan pada angka 12. 7 adalah angka sempurna, merupakan pelengkap pendukung, support untuk pelayanan Tuhan. Angka 7 adalah jumlah Roh, obor di hadapan Tahta Allah, yang menjelajahi dan mewakili seluruh bumi, seluruh jemaat. Mereka yang menyediakan seluruh kebutuhan hidup untuk memungkinkan terselenggaranya tumbuh kembang gereja. Angka 72 (Alkitab LAI menyebutnya 70) adalah Murid Tuhan yang diperintahkan memberitakan Kabar Baik kepada bangsa-bangsa yang menyebar di seluruh bumi. Angka 72 adalah manusia yang dipercayakan menyelenggarakan Pemerintahan Allah sesuai wilayah masing-masing. Mereka akan menjadi Kepala di 72 kota besar. Angka 1 adalah Tuhan sendiri yang hadir memimpin sebagai Raja dalam wujud Roh Kudus. Dia sumber kuasa dan kekuatan. Keseluruhan 12 dan 7 dan 72 disatukan oleh 1 yaitu Roh Kudus, mewakili Allah Yang Esa, satu, ahad, ehad. Kesatuan angka ini disusun dalam bentuk propeller yang menggerakkan Kapal Raksasa kehidupan yang disebut Gereja.

Untuk memahami dan memampukan mempraktekkan tumbuh kembang gereja, Rev. Mahli Sembiring menyediakan pelatihan, workshop, dan jaringan sumber daya melalui situs www.churchgrowdevelop.business  Situs ini didedikasikan untuk memberdayakan dan memfasilitasi pemimpin gereja supaya memiliki kapasitas mengelola gereja supaya dapat bertumbuh dan berkembang secara pesat. Anda tidak harus hadir untuk mengikuti pelatihan, tetapi cukup dengan handphone yang memiliki akses internet dan perambah google maka Anda sudah dapat belajar dimana saja, kapan saja tanpa sekat. Masalah pembiayaan tersedia berbagai alternative mulai dari cash discount, cicilan sampai beasiswa full. Silahkan kunjungi situs tersebut.

Para peserta diskusi ini kelihatan sangat antusias, bergairah dan bersemangat. Mereka memberikan berbagai pandangan yang menyatakan persetujuan dengan apa yang disampaikan oleh Nara Sumber. Mereka lebih dari itu, merasa sangat kurang lama dengan pertemuan setengah hari, dan mengharapkan pertemun lanjutan.

Sekretaris MD Jabodetabek GKKI, Pdt. Aristarkus Tarigan menyatakan bahwa ini baru pertemuan pengantar. Sudah disediakan sarana pendalaman lebih lanjut seperti KOHLET, Kingdom of Heaven Leadership Training. Beliau mengatakan sudah mempelajari isi KOHLET dan sangat merekomendasikan untuk semua Para Pendeta yang ingin gerejanya bertumbuh dan berkembang. Yang berminat ikut KOHLET dapat langsung mendaftar di https://churchgrowdevelop.business/kohlet/

Setelah jam menunjukkan angka 12, diskusi ini ditutup dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Diterbitkan oleh WEABCID

Pelayanan holistik berbasis bisnis sebagai misi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: